Advertisement

Lebih Baik Naik Sepeda Biasa atau Sepeda Statis?

In Health 285 views
Advertisement

Last Updated on

World Health Organization (WHO), mereka merupakan organisasi kesehatan dunia merekomendasikan bersepeda sebagai salah satu aktivitas fisik yang baik untuk dilakukan oleh anak-anak hingga orang tua.

Bersepeda memang sangat menyenangkan karena bisa melatih kekuatan otot kaki sekaligus kebugaran tubuh secara menyeluruh.

Selain itu, saat ini pilihan untuk bersepeda pun banyak. Anda bisa pakai sepeda statis di dalam ruangan atau sepeda biasa di luar ruangan.

Lantas, mana yang lebih baik? Naik sepeda statis di GYM maupun di rumah, atau naik sepeda biasa? Simak penjelasannya berikut ini.

Lebih Baik Naik Sepeda Biasa atau Sepeda Statis?
Lebih Baik Naik Sepeda Biasa atau Sepeda Statis?

Perbedaan Sepeda Statis dan Biasa

Bersepeda, baik menggunakan sepeda statis ataupun sepeda biasa, merupakan salah satu jenis olahraga kardio.

Hal ini dikarenakan dengan bersepeda, kinerja jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi akan meningkat.

Selain itu, bersepeda secara teratur juga mampu menurukan tingkat kolesterol jahat di dalam darah, menguatkan otot jantung, dan menurunkan tekanan darah.

Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk melakukan latihan kardio terlebih dahulu agar memberi tubuh Anda pemanasan sebelu memulai sesi olahraga selanjutnya.

Nah, sebelum Anda pergi bersepeda, beberapa hal berikut ini bisa jadi pertimbangan Anda untuk memutuskan naik sepeda statis ataupun naik sepeda biasa.

1. Kalori yang terbakar

Menurut Harvard Medical School, beberapa olahraga yang dilakukan di gym memberikan pembakaran kalori yang lebih baik jika Anda memang bisa mempertahankan tempo dengan stagnan.

Seorang pria seberat 70 kilogram bisa membakar 260 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda statis menggunakan intensitas sedang dan sekitar 391 kalori dalam 30 menit dengan mengayuh sepeda intensitas tinggi.

Sedangkan banyaknya kalori yang bisa Anda bakar saat mengendarai sepeda di luar rumah bergantung pada kecepatan Anda dalam mengayuh sepeda.

2. Tingkat kebugaran

Sebuah studi menunjukkan bahwa sepeda statis mampu memaksimalkan denyut jantung hingga 75-95 persen, hal ini menunjukan jika sepeda statis cukup bagus untuk meningkatkan kebugaran.

Namun kerugiannya, variasi gerakan otot lebih sedikit karena berbagai kemudahan menjadikan otot hamstring sebagai satu-satunya otot yang bekerja paling keras.

Sedangkan bagi atlet atau yang benar-benar hobi, bersepeda di luar ruangan bisa membuat denyut jantung mencapai 100 persen.

Namun karena biasanya tidak didampingi instruktur, bersepeda yang hanya senang-senang justru akan memberikan hasil yang kurang maksimal.

Hal ini dikarenakan Anda lebih banyak melakukan variasi gerakan dihampir semua otot kaki.

3. Tingkat kesulitan

Kesulitan utama saat mengendarai sepeda statis adalah mengatasi rasa bosan.

Pasalnya gerakan yang dilakukan hanya itu-itu saja, tanpa tanjakan atau turunan apalagi pemandangan.

Namun hal ini bisa diatasi:

  • Dengan musik yang sesuai.
  • Pasangan latihan yang menyenangkan.

Sedangkan secara umum, sepeda biasa yang dikendarai di luar ruangan lebih mudah dan menyenangkan karena bisa memilih sendiri lintasan yang hendak dilalui.

Jika menginginkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, dibutuhkan teknik tertentu dan tentunya lintasan yang lebih menantang.

4. Tingkat kenyamanan

Soal kenyamanan, sepeda statis jauh lebih unggul karena bisa dikendarai di dalam ruang ber-AC, Anda bisa melakukannya sambil nonton TV atau mendengarkan musik.

Satu-satunya yang membuat tidak nyaman bagi yang tidak punya alat sendiri adalah, harus datang dulu ke pusat kebugaran.

Kalau mau sehat, bersepeda terutama di kota-kota besar agak merepotkan.

Harus mengenakan pakaian yang sesuai bila tidak ingin terbakar terik matahari, memakai helm dan masker untuk menghindari benturan dan polusi serta harus berebut jalan dengan kendaraan bermotor.

Selain itu bersepeda di luar ruangan juga meningkatkan risiko cedera akibat jatuh dari sepeda.

Kesimpulan

Jika tinggal di lingkungan yang lalu lintasnya padat dan banyak polusi, sepeda statis adalah solusi pilihan terbaik.

Namun kalau tinggal di lingkungan yang masih asri dan memang menguasai berbagai teknik olahraga bersepeda, maka sepeda biasa bisa memberikan efek yang lebih maksimal bagi Anda.

Meski begitu, hal ini akan kembali kepada pilihan Anda sendiri untuk bersepeda. Pasalnya setiap orang memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda sehingga sulit untuk menentukan hal yang terbaik.

Yang terpenting, asalkan Anda aktif bergerak dan berolahraga – entah dengan naik sepeda statis ataupun naik sepeda biasa, hal tersebut sudah jadi hal yang baik untuk kesehatan.

Advertisement

Tags: #Olahraga #Sepeda #Sepeda Statis

Akbar Maulana
Author: 
Adik dari Alvi Iqbal Budiarsya. Saya seorang pencinta gamer mobile, seperti PUBG, Mobile Legends, Free Fire,
Proses Detox Jerawat Berapa Lama?
Proses Detox Jerawat Berapa Lama?
Last Updated on 3 weeks ago Detoks
Jelaskan Maksud dari Kebugaran Jasmani (Lengkap)
Jelaskan Maksud dari Kebugaran Jasmani (Lengkap)
Last Updated on 2 weeks ago Pengertian
Pengertian Push Up dan Cara Melakukannya
Pengertian Push Up dan Cara Melakukannya
Last Updated on 3 weeks ago Push-up
  1. author

    Amberly Thonney6 months ago

    halo, mantap bro produknya…aku suka. sukses terus ya.

    Reply
    • Akbar Maulana
      Author

      Akbar Maulana5 months ago

      Selamat sore, Amberly Thonney.

      Terima kasih do’a bro.

      Semoga bisnis berjalan terus ya 🙂

      Reply

Leave a reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Must read×

Top